Al Hamra: Jejak Kedigdayaan Yang Terenggut Al Wahn

0
148

Bismillah.

Dear Temaans,

Adalah Al Hamra, sering juga dijuluki sebagai “Istana yang Hilang” atau “Kejayaan yang Sirna”. Terletak di Andalusia (nama yang diberikan umat Islam untuk Spanyol) dan menyimpan rekaman sejarah kehebatan ilmu pengetahuan, karya sastra, seni dan arsitektur umat Islam.

Bahkan Cordova, wilayah dimana Alhamra berdiri, disebut sebagai puncak kecemerlangan ilmu pengetahuan Islam, di saat barat justru sedang berada dalam puncak Abad Kegelapan.

***

Awal kedatangan pasukan Islam di Spanyol berawal kabar dari Julian, seorang Gubernur Ceuta, yang memohon kepada Musa bin Nusair, raja Muda Islam di Afrika untuk memerdekakan negerinya, karena di negerinya (Andalusia) sedang dilanda kekacauan yang hebat. Kemudian atas perintah Raja Muda tersebut, beliau memerintahkan Thariq bin Ziyad keturunan Barbar salah seorang Panglima Islam untuk Raja Muda yaitu Musa bin Nusair, maka Tariq dan Pasukannya mengunjungi tanah Andalusia.

Tariq membawa pasukannya kurang lebih 12.000 orang ke Gibraltar pada Mei tahun 711 M. Tanggal 19 Juli 711 M, Raja Muda dan Tariq bin Ziyad bersama pasukannya telah mengalahkan pasukan Kristen di daerah Muara Sungai Barbate. Kemudian, Tarik membagi pasukannya ke-4 (empat) wilayah penting yaitu, Toledo, Kordoba, Malaga, dan Granada.

Timbullah untuk mendirikan kerajaan Islam di tanah Spanyol. Dengan Raja Mudanya di Toledo yang bekuasa tahun 711-756 M berada di bawah pengawasan Bani Umayyah di Damaskus. Kemudian disusul oleh kerajaan-kerajaan Islam lainnya dan juga berdiri Mulukuth Thawaif atau raja-raja kecil, seperti di Malaga di bawah Raja Hamudian (1010-1057); Saragoza di bawah pimpinan Raja Tujbiyah (1019-1039) yang dilanjutkan Raja Huddiyah (1039-1142); Valencia di bawah pimpinan Raja Amiriyah (1021-1096); Badajos dengan Raja Aftasysyiyah (1022-1094); Sevilla di bawah Raja Abbadiyah (1023-1069); Toledo di bawah pimpinan Raja Dzun Nuniyah (1028-1039).

Istana Alhambra didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau bangsa Moor (Moria) (bangsa yang berasal dari daerah Afrika Utara), satu kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Andalusia sekarang Spanyol. Kerajaan ini adalah Daulat Bani Ahmar yang berkuasa antara 1232-1492 M, didirikan oleh Sultan Muhammad bin Al-Ahmar atau Bani Nasr yang masih keturunan Sa’id bin Ubaidah, seorang sahabat Rasulullah saw. yang berasal dari suku Khazraj di Madinah. Bangunan Istana Alhambra dibangun kurang lebih tahun 1238 dan 1358 M oleh sultan tersebut yang diteruskan oleh keturunan raja-raja Bani Ahmar.

Bangsa Berber atau Moor pertamakali menundukkan Andalusia dalam cahaya Islam. Berabad-abad umat Islam berusaha memakmurkan negeri yang gersang, tandus, dan penduduknya yang angkuh dan keras itu, hingga kemudian menjadi sebuah negeri yang subur, makmur, dan menjadi pusat peradaban dunia.

***

Pertengahan 1491 M, Raja Ferdinand V telah mengepung Granada selama tujuh bulan, Ferdinand V berkemah di Gumada di sebelah selatan kota. Sebelumnya Ferdinand V telah menguasai kota-kota lain seperti Malaga, Almeria, hingga akhirnya #Granada pun diserahkan oleh raja terakhir Bani Ahmar, Abu Abdillah.

Penyerahan Granada ini diserahkan di halaman Istana Alhambra. pelabuhan terkuat di Andalusia, kemudian disusul Guadix dan Almunicar, dan Baranicar.

Demikianlah Granada takluk dan menyerah hingga akhirnya diduduki oleh pengikut-pengikut Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella pada tanggal 2 Januari 1492 M/2 Rabiul Awwal 898 H. Tahun paling kelam bagi kaum muslimin Andalusia dimana saat itu para pemudanya tengah larut dengan pesona dunia hingga tak sadar jika musuh selalu mengintainya.

Melalui perjanjian Tordesillas pada tahun 1494, akhirnya Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella diberikan gelar oleh Paus Alexander VI (L. 1431-W. 1503) sebagai “Catholic Monarch” atau “Los Reyes Catolicos” atau Raja Katolik.

Dengan penaklukkan oleh pasukan salibis inilah maka kaum muslimin dihadapkan pada dua pilihan, antara murtad atau dipaksa keluar dari tanah Andalusia, Spanyol.

Belum saya ceritakan bagaimana ngerinya #inkuisisi Spanyol, atau tepatnya peristiwa pembantaian kaum muslimin pasca jatuhnya Granada, Andalusia yang tak pernah jujur diceritakan oleh sejarah bahwa betapa mengerikannya prosesi pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan salibis Ferdinand V atas restu Paus Alexander VI terhadap kaum muslimin Andalusia.

Nanti kita paparkan, betapa kejinya periaku kadrun-kadrun satanic-salibis itu terhadap Islam.

End.

-Hizbullah Ivan-

#MudaSadarSejarah
#SejarahMenuntunArah