UMIKA.ID, Mesir,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memulai proses pengemasan tahap pertama bantuan kemanusiaan untuk Palestina di gudang New Cairo, Mesir, yang selanjutnya akan dikirim dalam waktu dekat.

“Bantuan yang dikemas sebanyak enam truk kontainer, pengemasan ini adalah hasil kerja sama BAZNAS RI dengan Mishr Al Kheir, guna memudahkan proses pengiriman dan distribusi melalui Pintu Rafah,” kata Wakil Kepala Perwakilan RI KBRI Kairo M Zaim dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Ahad (3/12/2023).

Dia menambahkan, barang-barang yang saat ini dalam proses pengemasan di gudang tersebut adalah makanan dan minuman ringan yang diharapkan dapat segera dikirimkan kepada masyarakat di Palestina yang membutuhkan.

Dalam kegiatan pengemasan bantuan tersebut, Zaim mengucapkan terima kasih atas bantuan dan partisipasi mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Al Azhar Mesir. “Keterlibatan mereka menjadi salah satu bentuk dukungan dalam upaya kemanusiaan ini,” ujarnya dikutip laman Antara.

Pada kesempatan yang sama, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan dukungan dari semua pihak yang telah terlibat dalam usaha penyaluran bantuan ke Palestina.

“BAZNAS RI berkomitmen terus menyalurkan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia, dengan waktu penggalangan bantuan masih dibuka hingga 31 Desember 2023,” katanya.
Arifin juga berharap, bantuan tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Palestina yang sedang menghadapi berbagai kesulitan. “Semangat dan kepedulian dari masyarakat Indonesia diharapkan dapat menjadi sinar harapan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” kata Arifin.

Dia memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam proses pengiriman bantuan ini akan tetap transparan, sehingga dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan di Palestina.

“Setelah gencatan berakhir, serangan ke Gaza kembali terjadi. Kami berharap aksi serangan segera berakhir, sehingga bantuan kemanusiaan bisa segera dikirim masuk ke Gaza Palestina,” kata dia.*

Sumber : hidayatullah.com