Duduk Termahal

0
65

Salah satu amal termulia yang mungkin belum disadari atau belum diketahui oleh banyak umat Islam ialah: DUDUK beberapa menit setelah shalat.

Berikut ini beberapa nukilan tentang kemuliaan ini.

Ada yang menulis:
“Duduknya seorang hamba di tempatnya shalat setelah ia selesai shalat, itu adalah adab yang tinggi di hadapan Allah yang maha mulia, maha suci, yang maha memenuhi semua kebutuhan, maha pemberi semua pemberian.

Mengapa kita bercepat cepat meninggalkan tempat kita shalat, padahal kita telah meminta banyak permintaan kepada Allah pada saat kita sujud dan setelah kita tasyahhud? Sungguh kurang beradab kalau setelah salam, kita bergegas pergi, seakan tidak butuh kepada Allah”.

Penulis yang lain menulis:
“Saya menghayati duduk di masjid sebagai tabungan kekayaan yang amat sangat mahal sekali. Ini adalah pemberian Allah. Setelah kita shalat yang khusyu’, taubat, sungguh sungguh meminta kepada Allah, lalu kita lanjutkan dengan duduk menunggu, duduk penuh pemuliaan kepada Allah, sambil memberikan kesempatan kepada para malaikat untuk berlama lama mendo’akan kita, memohon ampunan untuk kita.. Di sini kita menimba kebaikan yang amat sangat banyak sekali..

Sebagaimana di dalam hadits:
“Para Malaikat mendo’akan orang yang duduk di tempat dia shalat selama tidak batal wudhu’nya, Malaikat berdo’a: “Ya Allah, Ampuni dia, Ya Allah, Sayangi dia”.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Alangkah mulianya duduk ini. Duduk yang tak dapat dinilai dengan dunia dengan semua isinya.
Alangkah indah langkah menuju Syurga bagi orang orang beriman yang menghayati amal mulia ini”.

Al-Imam Bin Baz -Rahimahullah- mengatakan:
“Duduk setelah salam dari shalat fardhu, adalah salah satu waktu termulia, yang padanya turun kasih sayang Allah -‘Azza wa Jalla-, karena itu, sesungguhnya kurang beradab jika seorang muslim bercepat cepat untuk bangkit dari duduknya setelah shalat, karena semestinya ia beristighfar dulu 3x, dia bertasbih dulu 33x, bertahmid 33x, bertakbir 33x, kemudian ia menggenapkan jadi 100 dengan membaca:

“LA ILAHA ILLALLAH, WAHDAHU LA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU, WA LAHUL HAMDU, WA HUWA ‘ALA KULLI SYAY IN QADIR”,

dilanjutkan dengan membaca Ayatul Kursi, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, Surah An-Nas.
Setelah itu, ia bisa berdo’a dengan do’a apa saja untuk kebaikan di dunia dan di akhirat”.

Ibnu Baththal -Rahimahullah- mengatakan:
“Siapa yang menyadari bahwa ia banyak berdosa, lalu ia sangat ingin agar Allah merontokkan semua dosanya, tanpa kerja keras, maka hendaklah ia menggunakan waktu dengan sebaik baiknya dengan duduk yang lama setelah shalat fardhu”.

Sungguh setiap menit, bahkan setiap detik dari waktu kita duduk di masjid setelah azan dan setelah shalat fardhu, itu masuk dalam hitungan pahala pahala kita, naik dalam timbangan kebaikan kita di akhirat kelak.

Sungguh pahala yang amat sangat besar sekali ini didapatkan oleh orang yang shalat di masjid, baik laki laki maupun perempuan; dan didapatkan pula orang perempuan yang shalat di rumahnya, selama ia duduk di tempat shalatnya.

Karena demikian mulianya detik detik duduk ini; dan karena demikian besar pahalanya, maka kita lihat bagaimana syetan mendesak kita bercepat cepat berdiri dan keluar dari masjid!.

Diterjemahkan oleh:
Muzakkir M Arif