Enam Langkah Iblis Menyesatkan Manusia

0
60
ilustrasi godaan setan (foto: langit7.id/istock)

Iblis telah berjanji untuk menyesatkan anak-anak Adam. Dimana iblis bersumpah dengan berkata:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ

أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ﴿١٧﴾

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”
( QS. Al-A’raf ayat 16-17).

Maka iblispun berusaha dengan seluruh kemampuannya, mengerahkan bala tentaranya untuk menggoda dan menyesatkan anak Adam agar menjadi teman-temannya di neraka. Kelak iblis dan bala tentaranya dihari kiamat akan berlepas diri dari pengikut-pengikutnya. Mereka akan berkata:

… إِنِّي بَرِيءٌ مِّنكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّـهَ ۚ وَاللَّـهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿٤٨﴾

“…“Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.”
( QS. Al-Anfal ayat 48)

Disaat itulah menyesal orang-orang yang mengikuti iblis dan bala tentaranya. Maka kewajiban kita adalah mempelajari langkah-langkah iblis. Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam kitab Fathul Bari syarah shahih Bukhari menyebutkan bahwa jihad ada Empat martabat.

Pertama, berjihad melawan hawa nafsu adalah asas semua jihad, sebelum berjihad melawan musuh.

Ke dua, berjihad melawan orang-orang kafir akan dapat terlaksana dengan baik apabila syaithan dan hawa nafsu mampu untuk ditundukkan. Jihad melawan orang kafir dilakukan dengan kekuatan dan kekuasaan. Namun selain itu, juga dapat dilakukan melalui hujjah dan bayan tentang kebenaran syari’at Islam ini.

Ke tiga, berjihad melawan kaum munafiqin dilakukan melalui hujjah dan bayan.

Ke empat, berjihad melawan setan. Yaitu dengan cara mempelajari langkah-langkah setan tersebut. Siapapun diantara kita yang ingin selamat dari pada godaan setan, hendaklah kita pelajari dan pahami dengan betul tentang was-was dan godaan-godaan iblis kepada manusia. Sebagian ulama menyebutkan bahwa ada enam langkah iblis dalam menyesatkan manusia. Langkah-langkah itu adalah:

1. MENJATUHKAN SEORANG HAMBA KEPADA KESYIRIKAN DAN KEKAFIRAN
Mereka berusaha menjadikan seorang hamba ragu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Sesungguhnya salah seorang kamu akan didatangi setan, lalu bertanya :
Siapakah yang menciptakan kamu??
“Allah” . Syetan berkata :
Kemudian siapa yang menciptakan Allah ??
Jika salah seorang kamu menemukan demikian, maka hendaklah dia membaca “ Amantu billahi warasulih (aku beriman kepada Allah dan RasulNya), maka (godaan) yang demikian itu akan segera hilang darinya” ( HR. Ahmad)

Ini karena memang setan sengaja ingin menjadikan seorang hamba ragu akan Allah, ragu tentang kehidupan akhirat dan bahwasannya se telah kematian akan ada kebangkitan. Sehingga seorang hamba tidak merasa yakin akan adanya kebangkitan, iapun jauh dari amal shalih. Apalagi ketika ia tidak yakin akan adanya Allah.

Maka iblis berusaha menjadikan manusia musyrik atau mempersekutukan Allah dengan berbagai macam cara. Terkadang kita melihat teman-teman iblis dari bala tentara iblis itu berusaha untuk menghembuskan syubhat-syubhat kepada manusia. Sehingga manusia menghalalkan kesyirikan dari perbuatan orang-orang kafir.

2. MENYERET SEORANG HAMBA KEPADA PERBUATAN BID’AH
Kenapa hal ini terjadi? Karena iblis paham, dengan bid’ah agama akan hancur dan rusak..

Hakikat bid’ah adalah menjadikan agama yang murni ditambah-tambah dengan sesuatu yang sama sekali bukan dari agama dengan mengklaim bahwa ini termasuk agama. (merubah-rubah aturan Allah subhanahu wa ta’ala).

Kenapa bid’ah lebih disukai sebelum maksiat-maksiat besar? Karena dengan bid’ah, banyak orang menganggap itu sebagai sebuah kebaikan. Selama ia menganggap itu baik, dia tidak akan pernah bertaubat dan jauh dari kembali kepada sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika cara yang kedua ini juga tidak berhasil. Seorang hamba kuat dalam berpegang kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka ia diseret pada perbuatan maksiat besar.

3. MENJERUMUSKAN KEPADA MAKSIAT BESAR
Setan akan berusaha menyeret seorang manusia kepada maksiat besar seperti zina, riba, melakukan perbuatan dzalim kepada manusia dengan menggibah, mencaci-maki dan dosa-dosa besar lainnya. Dosa-dosa besar ini menjadi corong yang sangat empuk menuju kekufuran. Karena para ulama mengatakan, “maksiat-maksiat itu corong kepada kekafiran”.

Ketika seseorang terbiasa dengan maksiat-maksiat itu, dia akan menganggap maksiat itu boleh-boleh saja. Ketika ia membolehkan maksiat, disitulah ia telah lepas dari Islam dengan kesepakatan seluruh ulama.

Ketika setan tidak berhasil dgn cara yang ketiga, maka cara yang keempat adalah dengan cara diseret kepada dosa-dosa kecil.

4. MENJERUMUSKAN KEPADA DOSA-DOSA KECIL
Dijadikan seorang hamba meremehkan dosa-dosa kecil. Dianggap hanya dosa-dosa kecil yang mudah untuk dihilangkan dgn istighfar dan amal shalih. Tapi kemudian apa yang terjadi? Ia terus menerus melakukan dosa-dosa kecil tersebut. Tidak ada keinginan untuk berusaha meninggalkan semampu dia.

Ketika pintu yang keempat ini ternyata iblis pun sulit dan hamba yang ia ajak untuk meremehkan dosa-dosa kecil segera bertaubat kepada Allah, maka pintu yang selanjutnya adalah dihiaskan perkara-perkara yang mubah.

5. HIASAN PERKARA-PERKARA YANG MUBAH
Sesuatu yang mubah dijadikan alat oleh iblis agar seorang hamba menyia-nyiakan dan meninggalkan perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allah. Ini salah satu contoh disaat sekarang banyak sekali pemuda-pemuda yang gandrung dengan sepak bola.

Menonton sepak bola boleh-boleh saja. Ini adalah perkara yang mubah. Tetapi ketika hal ini dijadikan sebagai sesuatu yang berlebih-lebihan bahkan sampai mengidolakan pemain-pemain sepak bola yang bukan muslim, tentu ini akibatnya berat dihari kiamat. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda:

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seseorang itu bersama orang yang dicintainya pada hari kiamat.”

Sehingga saudaraku, pintu yang mubah ini menjadi pintu yang sangat terbuka untuk menjerumuskan banyak manusia kepada perbuatan yang ternyata tidak diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Berapa banyak orang-orang yang bisa bangun dijam satu malam demi melihat sepak bola. Tapi untuk shalat tahajud terasa berat hatinya. Terasa berat badannya. Sehingga ia tinggalkan yang lebih utama baginya. Padahal seorang mukmin yang benar-benar sempurna keimanannya, Allah mensifati mereka dalam firmanNya:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴿٢﴾ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ ﴿٣﴾

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,” ( QS. Al-Mu’minu ayat 1-3)

Apa manfaat pahala yang kita dapatkan dari sana?

Ketika tim kesayangan Anda menang, apakah Anda mendapatkan hadiah dari mereka?

Ketika tim kesayangan Anda kalah, Anda kesal dan geram dalam perkara yang tidak ada sebab-sebab syar’inya.

Sungguh merugi saudaraku. Hati kita dipermainkan dan dijadikan lalai terhadap banyak kebaikan-kebaikan. Saya tidak mengatakan tidak boleh. Tapi waspadalah. Orang yang berhati-hati dalam agamanya berusaha agar jangan sampai itu menjerumuskan ia kepada perkara yang tidak diridhoi oleh Allah.

Kalau ternyata pintu ini masih kuat juga. Maka setan akan menyeret kepada pintu yang keenam. Yaitu dijadikan ia menganggap remeh amalan-amalan yang lebih utama dan disibukkan dengan amalan yang tidak lebih utama.

6. SIBUK KEPADA AMAL YANG TIDAK LEBIH UTAMA
Ada orang yang sangat perhatian kepada shalat tahajud namun shalat berjama’ah subuhnya ia tinggalkan. Ada orang yang dia sangat memperhatikan dzikir setelah subuh sampai terbit matahari, tapi ia lalaikan kewajiban dirinya. Demi mengejar yang sunnah, ia tinggalkan yang wajib. Ini pun termasuk talbis iblis.

Kita berusaha untuk terus mempelajari apa pintu-pintu iblis dan apa yang menjadi hal yang empuk untuk digunakan oleh setan menggoda manusia.

Semoga Allah swt selalu memberikan kita ilmu yang bermanfaat. Aamiin.

Wallahu a’lam bish-shawaab,
Barakallah fiikum.

 جبل أحد

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarahkaatuh.

Sumber : WA Grup