Suatu ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sedang berkumpul dengan beberapa orang sahabat, salah seorang diantara mereka makan, dan dia tidak memulainya dengan membaca Bismillah. Adapun Rasulullah hanya memperhatikan saja, tanpa menegurnya. Sahabat lelaki itu terus melanjutkan makannya, sampai pada suapan terakhir, tiba-tiba ia berhenti seperti teringat sesuatu, dan berkata, “Bismillaahi awwalahu wa akhirahu…” Kemudian ia memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.

Rasulullah yang sebelumnya hanya diam memperhatikan, tiba-tiba tertawa.. Seorang sahabat lainnya keheranan dengan sikap beliau dan menanyakan sebabnya, lalu beliau bersabda, “Syetan selalu menyertai lelaki tersebut ketika dia makan (karena ia tidak mengawalinya dengan membaca Bismillah). Dan ketika (suapan terakhir) dia ingat lalu mengucapkan asma Allah, maka syetan itu memuntahkan apa yang ada di dalam perutnya…!!”

Dalam riwayat yang lain juga dikisahkan oleh sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Apabila kami makan bersama Nabi, maka kami tidak memulainya sehingga beliau mulai makan lebih dahulu. Suatu hari kami makan bersama, tiba-tiba datanglah seorang anak gadis kecil yang tangannya seakan-akan terdorong ingin diletakkan ke makanan yang sudah tersedia. Lalu Nabi dengan segera memegang tangan anak itu. Tidak lama kemudian datanglah seorang arab badui. Dia ingin pula ikut makan, Nabi lantas memegang tangan orang itu juga”.

Sesudah itu beliau bersabda, “Sesungguhnya syetan turut menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah padanya. Syetan datang bersama anak gadis kecil itu dengan maksud bisa turut makan, karena anak itu belum menyebut asma Allah sebelum makan, sehingga aku memegang tangannya. Demikian pula, syetan pun datang bersama arab badui itu supaya bisa turut menikmati makanannya. Maka aku pegang tangannya. Demi Allah yang jiwaku ada ditangan-Nya, sesungguhnya tangan syetan itu berada di tanganku bersama tangan anak gadis tersebut.” (HR. Muslim no.2017)

(Bersambung)