Penyesalan Sang Mayat

Buletin

Berikut  Tausiyah yang disampaikan Ust. Abdul Somad dengan Tema : Hukum Penyesalan Sang Mayat. disimak sampai selesai, semoga bermanfaat.

Manusia suatu hari akan mati. Dunia fana, hanya persinggahan menuju sesuatu yang kekal bernama akhirat.

Manusia akhir zaman dikatakan cinta dunia dan takut mati. Banyak yang belum menyadari dan melakukan persiapan sebelum mati. Salah satu faktornya adalah kehidupan dunia yang melenakan.

“Ketika kita mati, saat itu ruh keluar dari mulut dan hidung,” kata Ustaz Abdul Somad pada Tablig Akbar Jumat (30/3/2018) di Masjid Raya Bandung.

Mata adalah indra terakhir yang melihat roh. Sebab itu orang yang mati matanya terbuka lebar. Semua manusia akan menghadap Allah SWT dan memasuki fase selanjutnya, yakni alam kubur. Orang yang bersama kita di dunia akan segera melupakan kita, sedang kita akan mengingat perbuatan apa yang telah kita lakukan untuk menghadap Allah SWT.

“Saat itu orang yang mati berkata seperti dalam Surat  Al-Munafiqun ayat 10,  ‘Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu. Lalu ia berkata Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’” jelas Ustaz Somad.

Maksud bersedekah di ayat tersebut adalah segala perbuatan baik. Sedang manusia akan menyesal selamanya sebab tidak memanfaatkan waktu hidup di dunia.

Artian bersedekah dalam perkataan Rasulullah kepada sahabatnya merupakan perbuatan baik. Bukan soal sedekah dalam bentuk materi saja, perbuatan baik bisa dilakukan kepada sesama manusia dan makhluk hidup di dunia.