Pada dasarnya pendidikan adalah dasar dari individu untuk berperilaku sehari-hari, pendidikan diberikan secara terus menerus dan berkelanjutan, pendidikan juga bersifat universal, pendidikan idealnya diberikan selama 12 tahun yaitu selesai pada masa Sekolah Menengah Atas.

Saat berada di sekolah individu diajarkan dalam bentuk kognitif, afektif, dan psikomotirik. Salah satu hal penting seperti sikap afektif jika tidak dapat dipahami oleh individu akan berakibat fatal. Seperti jika dia sejak dini sudah mulai berani berbohong ataupun berbicara tidak jujur baik kepada dirinya sendiri maupun orang lain.

Dalam artikel ini penulis ingin memberikan sebuah cara ringkas terutama untuk orang tua agar bisa memahami apakah anak berbohong atau tidak dilihat dari interaksi anak, sehingga orang tua bisa mendidik anak terutama mendidik anak agar bersikap jujur. Berikut artikel cara memahami kapan anak berbohong.

Bahaya Berbohong Pada Anak
kebohongan merupakan perbuatan tercela yang sangat potensial dilakukan oleh semua manusia, maka kebohongan itu sendiri memiliki bentuk-bentuk dan pengertian yang sangat beragam.

Kebohongan adalah menceritakan sesuatu, namun tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, baik hal itu disengaja ataupun tidak, maka hukumnya berdosa. Sedangkan orang yang tidak sengaja melakukannya, maka tidak ada dosa baginya.

Bohong yang berbahaya adalah ketika anak yang sudah pernah berbohong. Dengan anak biasa berbohong maka anak akan melakukan bohong berulang kali. Maka dari itu orang tua harus bisa menjadi pendidik agar anak merasa takut ketika berbohong.

Sumber : Foto Penulis Ketika Menterapi client anak yang berbohong

Tanda-Tanda Anak Berbohong
Beberapa tanda berikut bahwa anak sedang berbohong
1. Menghindari kontak mata.
Saat anak ditanya sebuah pertanyaan oleh orang tua, kemudian anak menghindari kontak mata, maka menandakan anak sedang berbohong. Jika seperti ini, maka orang tua bisa bertanya berkali-kali kepada anak hingga anak jujur.

2. Perubahan Cara Bicara
Perubahan cara bicara adalah tanda bahwa anak sedang berbohong, baik dengan berubah berbicara dengan nada tinggi maupun rendah. Jika anak mulai memperlihatkan perubahan cara bicara, inilah yang menjadi tanda anak berbohong.

3. Gagap Saat Berbicara
Cobalah orang tua berbicara bersama anak, kemudian tanyakanlah kepada anak masalah sesuatu, jika anak menjawab dengan gagap, maka ada indikasi anak berbohong, untuk itu orang tua harus berkomunikasi dengan anak agar anak mau jujur kepada orang tua.

4. Perubahan Tingkah Laku Saat Berbicara
Biasanya ini terjadi saat anak berbohong seperti tiba-tiba menundukan pandangan, tiba-tiba mengalihkan pembicaraan atau tiba-tiba bertanya kepada orang tua untuk menghindari kebohongan yang ingin ditutupi.

Itulah beberapa tanda anak berbohong. Dengan adanya orang tua memahami kapan anak berbohong, maka orang tua bisa mengambil tindakan agar anak tidak berbohong. Jika orang tua membiarkan anak berbohong, maka sama saja orang tua menjerumuskan anak kedalam masalah yang timbul selanjutnya.

Kesimpulan
Pendidikan orang tua adalah hal yang sangat penting bagi anak, salah satunya adalah mendidik anak agar jujur. Kejujuran adalah nilai yang sangat mahal ketika kita masuk dalam dunia masyarakat. Dengan memahami kapan anak berbohong maka salah satu iktiar untuk memperkecil anak berbohong.

***

Artikel asli berjudul “CARA MEMAHAMI KAPAN ANAK BERBOHONG” ditulis oleh Usatadz A Khaerul Mu’min, S.Pd. beliau juga Konsultan Keluarga, Kesehatan dan Karir, Dosen Pendidikan Agama Islam dan Penulis Karya Ilmiah

Bagi yang mau konsultasi keluarga, kesehatan dan karir hubungi :
Laki-laki : +62857-1513-1978
Perempuan : +62855-1777-251

Referensi:

  1. Muhammad Hidayat and others, ‘Volume 11 Nomor 6 Tahun 2022 Halaman 199-206’, 11.6 (2022), 199–206 <https://doi.org/10.26418/jppk.v11i11>.
  2. Fiqhiyatun Naja and Nanik Kholifah, ‘Bias Konfirmasi Terhadap Perilaku Berbohong’, Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 7.1 (2020), 21–40 <https://doi.org/10.35891/jip.v7i1.1953>.
  3. Dianata Eka Putra, Rahasia Bahasa Tubuh (Guepedia, 2013) hal 75-89.