Pro Kontra Bagi-Bagi Takjil Gratis Di Pinggir Jalan

0
11

Bagi-bagi takjil gratis di pinggir jalan adalah topik yang dapat memicu berbagai pendapat. Berikut adalah beberapa argumen pro dan kontra terkait kegiatan tersebut:

Pro

  1. Menggalang Kebersamaan Sosial

Bagi-bagi takjil gratis dapat menjadi momen untuk memperkuat ikatan sosial di antara masyarakat. Ini bisa menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul dan berinteraksi dengan tetangga mereka, sehingga memperkuat solidaritas sosial.

  1. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan

Kegiatan ini dapat memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Terutama bagi mereka yang kurang mampu, takjil gratis dapat membantu mereka merayakan bulan Ramadan dengan lebih layak.

  1. Meningkatkan Kepedulian Sosial

Dengan memberikan takjil gratis, individu atau kelompok menunjukkan kepedulian mereka terhadap sesama. Hal ini dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan perbuatan baik yang serupa, dan memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dalam masyarakat.

  1. Meningkatkan Kehadiran Agama dalam Kehidupan Sehari-hari

Kegiatan bagi-bagi takjil gratis juga dapat meningkatkan kehadiran agama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dalam bulan Ramadan. Ini bisa memperkuat nilai-nilai agama dan keberagaman dalam masyarakat.[1]

Kontra

  1. Membuat Usaha Pedagang Takjil Berkurang

Kegiatan bagi-bagi takjil gratis di jalan membuat para pedagang kecil menjadi berkurang pendapatanya, karena akan banyak orang-orang yang lebih memanfaatkan takjil gratis daripada membeli takjil di pedagang-pedagang kecil

  1. Mendorong Ketergantungan

Bagi-bagi takjil gratis dapat menciptakan ketergantungan dalam masyarakat yang menerima bantuan tersebut. Ini bisa mengurangi motivasi mereka untuk mandiri dan mencari solusi atas masalah keuangan mereka sendiri.

  1. Membuat Kesenjangan Sosial

Ada kemungkinan bahwa kegiatan ini dapat menimbulkan perasaan tidak adil di antara masyarakat yang menerima takjil gratis dan mereka yang tidak. Ini bisa memperdalam kesenjangan sosial antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

  1. Tidak Berkelanjutan

Bagi-bagi takjil gratis mungkin hanya bersifat sementara dan tidak memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Lebih baik memberikan bantuan yang dapat memberdayakan masyarakat untuk mandiri.

  1. Mengganggu Lalu Lintas dan Ketertiban Umum

Kegiatan ini bisa mengganggu lalu lintas dan ketertiban umum di pinggir jalan, terutama jika tidak diatur dengan baik. Hal ini dapat menciptakan kerumunan dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

Penting untuk mempertimbangkan kedua sisi argumen ini ketika mengevaluasi efek dari kegiatan bagi-bagi takjil gratis di pinggir jalan. Dalam praktiknya, penting untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan semacam ini dengan hati-hati, mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh terhadap masyarakat yang dilayani.

Wallahua’lam.

Sumber foto : Salah Satu Kegiatan Ustad Khaerul Mu’min, M.Pd.

Referensi:

[1] Robiah Awaliyah, ‘Fenomena Berbagi Takjil Pada Bulan Ramadan Di Indonesia: Studi Ilmu Ma’anil Hadis Robiah’, Gunung Djati Conference Series 4, 4 (2021), 493–506.

***

Tentang Penulis
Judul asli artikel “Pro Kontra Bagi-Bagi Takjil Gratis Di Pinggir Jalan” ditulis oleh Ustadz A Khaerul Mu’min, M.Pd. beliau juga Konsultan Keluarga, Kesehatan dan Karir, Dosen STEI Bina Cipta Madani Karawang serta Penulis Karya Ilmiah
Bagi yang mau konsultasi keluarga, kesehatan dan karir hubungi :
Laki-laki : +62857-1513-1978
Perempuan : +62855-1777-251