Di  Indonesia  sendiri  praktik  sihir sudah  tak asing  lagi  ditiap-tiap  wilayah dan  daerah yang memiliki  berbagai  macam istilah yang  berbeda-beda,  ada  yang menamainya peramal, ada pula yang mengkhususkan dirinya dengan pengobatan, kesaktian  dan lainsebagainya.

Bahkan  di  zaman  modern  ini,  sebutan  untuk mereka semakin bertambah dengan sebutan-sebutan yang terkesan ilmiah, seperti, ahli  supranatural,  ahli  metafisika  dan  sebagainya.  Bahkan  seorang  dukun  seakan menjadi  tempat  dan  tujuan  masyarakat  untuk  menyelesaikan  semua  persoalan hidup.

Banyak sekali cara dan  langkah  yang  ditempuh  tukang  sihir  atau  dukun untuk mendapatkan  ilmu  perdukunan.  Namun  secara  umum  ilmu sihir  atau  ilmu perdukunan diperoleh  oleh  seseorang karena  pengabdian  tulusnya  kepada  jin dengan   berbagai   macam   kekufuran, kesyirikan   dan   kemaksiatan.

Bahkan diketahui  bahwa tukang  sihir  atau dukunmerupakan orang  yang  memilikikemampuan  untuk  membantu  seseorangdengan  maksud  agar  khalayak  sekitar meneybut dirinya bisa menyembuhkan orang sakit. [1]

Salah satu sihir yang sering dilakukan adalah sihir untuk usaha, baik sebagai penglaris ataupun sebagai media menghacurkan usaha orang  lain. Sihir pada usaha sering dikeluhkan juga oleh beberapa pasien penulis, lalu bagaimana menyiakapinya?, berikut pemaparannya.

Sering Bacakan Ayat Al-quran Pada Tempat Usaha

Al-quran adalah sebuah wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhammad dengan isinya yang lengkap, salah satunya adalah sebagai media untuk melindungi diri dan keluarga dari gangguan sihir.

Maka dari itu ketika kita membaca ayat alquran terutama ayat kursi sebenarnya sudah lebih dari cukup sebagai media perlindungan. Lalu jika usaha masih kurang laku atau sepi, sebaiknya kita bisa melakukan langkah berikut

  1. Lihat kondisi tempat usaha

Tempat usaha jika dilihat kondisinya bukan tentang angker atau tidaknya, namun harus dilihat dari apakah tempatnya strategis, bagaimana parkirannya dua unsur ini yang membuat pembeli akan memutuskan datang atau tidaknya dilihat dari tempat jualanya.

Jika tempatnya terlalu banyak mobil besar melintas, atau sulit untuk parker atau juga tempat yang kurang nyaman, maka pembeli akan merasa engan untuk membeli di tempat usaha kita. Ketika kita tidak memenuhi karakter tempat jualan ini, maka wajar tempat usaha sepi.

  1. Kesan pertama pelanggan

Kesan yang paling utama adalah kesan pertama, karena dengan kesan pertama baik dari makanan maupun cara pelayanan akan membuat pelanggan akan memutuskan apakah akan membeli lagi atau tidaknya ke usaha kita

Dengan semua point poin diatas maka akan menjadi hal wajar jika usaha kita sepi bahkan tidak berkembang, belum lagi faktor cuaca bahkan bencana alam yang menjadi faktor yang tidak bisa di hindari.

Usaha Sekala Besar Juga Bisa Sepi

Penguasa dibagi beberapa bagian yaitu kecil, sedang dan juga besar.[2] Setiap pendapatan dan strategipun  berbeda-beda sehingga hasil yang diperoleh juga berbeda-beda. Perlu kita sadari bahwa usaha besarpun bisa bangkrut bahkan tidak bisa berdiri lagi dan memilih tutup.

Rumah sakit yang berganti nama adalah bukti perpeindahan kepemilikan, indomaret atau alfa, gian dan lain-lain juga mengalami fase jatuh bahkan bangkrut. Beberapa diantaranya memilih bangkit ada juga yang memilih menjual asset untuk meminimalisir kerugian.

Dari fakta inilah kita jangan sampai selalu menyalahkan usaha hancur atau tidak berkembang karena sihir, karena seharusnya kita mengidentifikasi alasan mengapa usaha menjadi sepi sehingga bisa menjadi bahan evaluasi apakah kita lanjukan usaha, atau ganti usaha bahkan berhenti dan memilih usaha lain

Wallahua’lam

Refernsi :

[1] Faisol Rahman and Ghozi Mubarok, ‘Konsep Sihir Dalam Perspektif Buya Hamka Dan M. Quraish Shihab’, Al Iman: Jurnal Keislaman Dan Kemasyarakatan, 5.2 (2021), 229–50 <http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/5074>.

[2] Akmal Fadilah and others, ‘Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah Melalui Fasilitasi Pihak Eksternal Dan Potensi Internal’, BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2.4 (2021), 892–96 <https://doi.org/10.31949/jb.v2i4.1525>.

***

Tentang Penulis

Judul asli artikel “USAHA GAGAL JANGAN SELALU MENCURIGAI SIHIR“ ditulis oleh Ustadz A Khaerul Mu’min, M.Pd. beliau juga Konsultan Keluarga, Kesehatan dan Karir, Dosen STEI Bina Cipta Madani Karawang serta Penulis Karya Ilmiah

Bagi yang mau konsultasi keluarga, kesehatan dan karir hubungi :

Laki-laki : +62857-1513-1978

Perempuan : +62855-1777-251