Seorang ahli sufi yang terkenal Malik bin Dinar pada mulanya adalah orang yang suka melakukan berbagai kejahatan dan kemaksiatan.

Menurut riwayat, Malik Bin Dinar sebelum bertobat adalah rajanya maksiat, semua maksiat yang ada di muka bumi ini kalau di tanyakan ke Malik bin Dinar pasti akan di jawab sudah pernah dia lakukan.

Pada suatu ketika ada seorang bertanya kepadanya, tentang bagaimana dia dapat mengubah kelakuannya yang buruk itu, hingga kemudian menjadi ahli sufi yang alim. Pada mulanya Malik enggan memberitahu, tetapi setelah didesak berkali – kali, akhirnya dia mau menceritakan perubahan dalam kisah hidupnya.

Menurutnya, dahulu dia adalah seorang penjaga keamanan dipasar. Kesukaannya adalah berfoya-foya dan minum arak hingga mabuk, serta berbagai kemaksiatan lainnya. Suatu ketika Malik membeli seorang budak (hamba) untuk dijadikan isterinya yang sah. Kebetulan budak yang baru dibelinya itu sangat cantik, sehingga dia begitu tertarik kepadanya.

Pernikahan Malik dan budak itu kemudian dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik yang di beri nama Fatimah. Fatimah dididik dengan penuh kasih sayang. Satu sifat aneh yang dimiliki oleh Fatimah ialah suka merampas gelas minuman arak di tangan ayahnya dan kemudian menuangnya ke jubah ayahnya. Perbuatan tersebut selalu dilakukan berulang kali. Walaupun Malik tidak suka perbuatan si kecil Fatimah, namun dia tidak pernah memarahinya disebabkan rasa sayang terhadap anaknya itu.

Ketika berumur dua tahun, puteri kecil kesayangannya Fatimah meninggal. Betapa hancurnya hati Malik waktu itu karena kehilangan buah hati. Hidupnya menjadi muram disebabkan kematian puterinya itu. Kemaksiatan yang dia lakukan malah semakin menjadi-jadi. (Bersambung)