Di Tengah Aksi Mahasiswa “Menolak Omnibus Law” UMIKA Berbagi Logistik

Berita Karawang

Karawang,- Rapat Paripurna DPR RI Senin 5 Oktober 2020 lalu, mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Omnibus Law Ciptaker) menjadi Undang-undang resmi.

Aksi Buruh Karawang menolak Omnibus Law Cipta Kerja didepan Pemda, Rabu (7/10/2020)

Sontak pasca disahkan Omnibus Law mendapat penolakan dari kaum Buruh, Aksi Unjuk Rasa di Gelar merata diseluruh Indonesia, buruh di Karawang tidak tinggal diam mereka menggelar Aski pada hari Rabu 7 Oktober 2020 dengan hasil Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Sekda menyetujui menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Reporter TvBerita tengah meliput Aksi Mahasiswa menolak Omnibus Law di depan Pemda Karawang, Kamis (8/10/2020).

Pada Kamis, (7/10/2020) Aksi Unjuk Rasa datang dari Mahasiswa berbagai Kampus dan Universitas yang berada di Karawang, Aksi digelar didepan Pemda Karawang dengan diwarnai pembakaran kerada yang bertuliskan “Mosi Tidak Percaya”.

Keranda bertulisan #mositidakpercaya kepada pemerintah dibakar.

Ditengah Aksi Mahasiswa, UMIKA membagi-bagikan logistik berupa Roti dan Air Mineral, Kang Adi selalaku Ketua UMIKA mengatakan “Alhamdulillah, kami bisa berbagi makanan dan minuman sebagi bentuk dukuangan kepada Buruh dan Mahasiswa yang tengah memperjuangankan Hak Rakyat yang direnggut Pemerintah melalui Omnibus Law”.

Relawan UMIKA tengah membagikan logistik makanan dan minuman kepada peserta Aksi Mahasiswa.

Sungguh sangat di sayangkan, Pemerintah melalui DPR RI malah memaksakan mengesahkan Undang-undang Cipta Kerja disaat pandemi Corona 19 masih melanda Indonesia, seharusnya mendengarkan Aspirasi Rakyat jangan hanya berdalih untuk Investasi.

Saya Aspersiasi Nilai A untuk adik-adik Mahasiswa yang sudah berani turun kejalan, ini menandakan bahwa Mahasiswa masih ada rasa peduli membela Hak Rakyat yang dirampas, pungkas Kang Adi.

صحيح مسلم – كِتَاب الْإِيمَانِ – باب اسْتِحْقَاقِ الْوَالِي الْغَاشِّ لِرَعِيَّتِهِ النَّارَ

203 بَاب اسْتِحْقَاقِ الْوَالِي الْغَاشِّ لِرَعِيَّتِهِ النَّارَ

142 حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Diriwayatkan dari Al-Hasan: ‘ Ubaidillah bin Ziyad pernah menjenguk Ma’qil bin Yasar Al-Muzanni pada waktu sakit menjelang wafatnya. Lalu Ma’qil berkata, “Aku akan menceritakan sebuah hadis yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Kalau aku tahu bahawa aku masih akan hidup, tentu aku tidak mau menceritakannya kepada mu. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Seseorang yang diberi amanat oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu mati ketika sedang MENIPU rakyatnya, maka Allah mengharamkan baginya syurga.”
(6:9 Shahih Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّمَا رَاعٍ غَشَّ رَعِيَّتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ

“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad).

Nabi SAW bersabda, “Barang siapa melihat sebuah kemungkaran, hendaklah mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itu tingkatan iman yang paling lemah.” (HR Muslim).