Dahsyatnya Fitnah Wanita

0
51

Termasuk dari rahmat-Nya, Allah menciptakan hamparan dunia begitu indah lengkap dengan keragaman muatannya. Menganugerahkan kepada manusia berbagai kekayaan penuh pesona. Anak, istri, harta, tahta, dan dunia seluruhnya begitu menyejukkan mata. Allah berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

Ayat di atas menjelaskan bahwa mencintai wanita dan dunia adalah fitrah manusia. Seorang laki-laki tidak dilarang mencintai wanita selama aplikasi cintanya tidak melanggar syariat. Seorang manusia tidak dilarang mencintai dunia selama kecintaannya tidak mennjerumuskan kepada maksiat. Namun sadarkah, sejatinya di balik keindahan itu semua adalah fitnah (ujian) untuk manusia?

Abu Bakar al-Misk pernah ditanya :
“Kami selalu mencium aroma harum minyak wangi dari tubuhmu, apakah sebabnya ?”. “Demi Allah, sesungguhnya aku tidak pernah memakai wewangian sejak bertahun-tahun yang lalu. Akan tetapi asal dari aroma wangi ini bermula dari kisahku bersama seorang wanita yang jatuh hati padaku. Dengan tipu muslihatnya, dia akhirnya berhasil membawa aku masuk ke dalam rumahnya itu. Setelah aku berada di dalamnya, dia segera menutup semua pintu kemudian merayuku untuk mau berzina dengannya.

Aku terus dilanda kebingungan, kemudian aku pun berusaha menolak dengan berbagai cara, tapi semuanya tidak berbuah hasil. Lalu aku pun berkata : “Aku ingin membersihkan diriku dulu”. Maka wanita tersebut kemudian menyuruh kepada salah seorang pelayannya untuk mengantarkan aku ke kamar mandi. Ketika aku telah masuk ke kamar mandinya dan sudah selesai buang air besar, aku pun mengambil kotoran itu lalu melumurkannya ke sekujur tubuhku. Dengan tubuh yng sudah penuh kotoran, lalu aku kembali ke tempat wanita tersebut. Ketika wanita itu melihatku, dia benar-benar terkejut dan jijik. Kemudian dengan segera dia memerintahkan kepada pelayannya untuk mengusirku dari rumahnya. Setelah keluar dari rumahnya, lalu aku pun segera mandi sebersih-bersihnya.

Pada malam harinya, ketika aku tertidur aku pun bermimpi melihat seseorang. Orang itu berkata kepadaku : “Engkau telah melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh orang lain selainmu. Maka sebagai gantinya aku akan menjadikan tubuhmu senantiasa wangi baik di dunia maupun di akhirat”. Lalu ketika telah terbangun pda keesokan harinya, maka aku telah menemukan tubuhku sangat wangi, dan itu terus berlanjut hingga sampai sekarang” (Al-Mawaa-izh wal Majaalis hal 224 oleh Imam Ibnul Jauzi)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
Sumber: telegram.me/najmiumar/muslim.or.id