Didalam berumah tangga kerap sekali terjadi perselisihan paham dengan pihak keluarga terutama dengan Istri, sebesar apapun perselisihan didalam keluarga selesaikanlah dengan bijak, hidari emosional yang berlebihan. Saling terbuka itu lebih baik, saling menutupi kejelekan dan salaing melengkapi kekuarangan satau sama lainnya. Terutama peran suami harus  bisa menjadi pemimpin dalam rumah tangga dan menjadi teladan semua anggota Keluarga.

Berikut artikel yang dipost oleh Ustadz Najmi Umar Bakkar didalam channel telegram telegram.me/najmiumar

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

لا يَنظُرُ اللهُ إلى امْرَأةٍ لا تَشكرُ لِزَوجِهَا وَهيَ لا تَسْتَغْنيْ عنهُ

“Allah tidaklah akan memandang kepada seorang wanita (dgn pandangan rahmat pada hari Kiamat) yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, dan ia (istri) pun tidak pernah merasa cukup dengannya” (HR. An-Nasaa’i dalam kitab Isyratun Nisaa’ no. 249, serta al-Baihaqi no. 9135, al-Hakim II/190 dan al-Bazzar II/175/1460, Shahiihut Targhiib no. 1944, hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr)

WAHAI ISTRI YANG MULIA.
Ucapkanlah terima kasihmu atas semua upaya yang telah suami usahakan untuk membahagiakan, dan jangan melupakan keutamaan, dan juga kebaikan-kebaikan suamimu selama ini kepadamu.

Sungguh sangatlah pantas apabila istri berterima kasih dan mendoakan suami, yang telah memberikan berbagai macam kebutuhan dan kesenangan baginya.

Cara terima kasih tidak hanya diucapkan dengan lisan saja, lalu setelah itu engkau pun menyakiti suami dgn perbuatanmu, ucapan serta akhlakmu yang buruk.

Tetapi maksud dari terima kasih adalah sang istri memperlihatkan kegembiraan, kebahagiaan, & kenyamanan saat hidup di bawah naungannya. Dapat memenuhi kebutuhannya, melayaninya, serta tidak banyak mengeluh kepadanya.

Rasa terima kasih kpd suami juga dapat engkau tunjukkan dengan senyuman yg manis di wajahmu yg bisa menimbulkan kesan di hatinya, sehingga terasa ringan kesulitan di dalam pekerjaannya.

Engkau ungkapkan dengan kata2 cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu di dalam hati suamimu. Ataupun memaafkan kesalahannya dan kekurangannya dlm menunaikan hakmu.

Ketahuilah, sesungguhnya perbuatan di atas dpt melestarikan kasih sayang dari sang suami kepada istrinya, serta dapat merangsang kedermawanannya.

(Buku 50 Kiat Agar Cinta Suami Kepada Istri Semakin Dahsyat hal 23 – 26)